“Apa kamu sudah yakin Ghibran?” Ghibran yang sedang mengepak pakaiannya ke dalam koper menoleh mendengar suara dari pintu kamarnya. Aira sedang berdiri melipat kedua tangannya di ujung pintu. “Maksudnya?” “Bagaimana jika setelah sampai disana, mereka tidak setuju denganmu? Maksudku keluarganya.” Ghibran mengedikkan bahu. “Ini adalah bagian dari usaha. Selama masih ada peluang dan harapan aku akan mengambilnya. Bagaimana akhirnya nanti, aku serahakan semua pada yang diatas.” Aira tersenyum mendengar jawaban Ghibran. Ya, Ghibran sempurna telah berubah. “Apa kamu sudah menceritakan padanya?” “Tidak. Aku akan menceritakan semuanya pada Rabiah saat sampai disana. Aku ingin melihat sendiri reaksinya.” Balas Ghibran menatap Aira yang tersenyum. Ada banyak hal yang ingin dia katakan pada Rab

