Diantar Raka

1042 Kata

“Rena, besok aku jemput kamu berangkat kerja!” Raka menatapku dengan tatapan teduh. Aku merasa kalau aku kembali lagi remaja. Mata cokelatnya itu seperti magnet, menarikku kembali ke masa remaja dulu. Hanya karena tatapan pria, rasanya kupu-kupu berterbangan di perut.Merasakan bagaimana rasanya pacaran. “Baiklah. Tapi jangan sampai telat ya!” Aku menyetujui dengan suara yang kubuat tegas, meski dalam hati aku berteriak girang pemuda itu untuk menjemputku pergi ke kantor. Bayangan besok pagi sudah ada di pelupuk mata. Bagaimana dia menyetir dengan tangan satu tangan kekarnya, sementara tangan kekar yang lain menggenggam tanganku dengan romantis. “Kalau begitu, sekarang istirahatlah! Jangan lupa mimpiin aku ya!” ucapnya manis sambil mengusap rambutku pelan. Jari-jarinya yang panjang dan h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN