Keesokan harinya kantor heboh dengan gosip panas. Berita aku bertengkar dengan Aksa tersebar, bahkan mereka menggosipkan kalau Aksa cemburu karena aku sudah mendapatkan penggantinya dengan cepat. Saat aku baru saja duduk di meja kerjaku dan menyalakan PC. Dewi, Linda dan Echa yang sudah sejak tadi menunggu langsung mendekat dan bertanya heboh. “Bu Rena, tadi pacar baru ya? Mobilnya keren banget! Siapa dia?” “Wajah Bu Rena dari kemarin berseri-seri merah, kelihatan banget kalau lagi jatuh cinta!” timpal Linda. “Betewe, umur berapa dia? Masih muda kok kayak udah mapan banget? Kerja dimana doi?” Bertubi-tubi pertanyaan mereka silih berganti tanpa sempat aku menjawab satu per satu. “Kalian nggak ada pekerjaan kah? Masih pagi sudah minta sarapan klarifikasi?” tanyaku dengan nada bercanda.

