isi surat kak fahmi

1047 Kata
Pov fatimah "Kamu mah enak banyak yang suka fat" ungkap ratna terlihat wajahnya yang menujukuan rasa iri. "Kamu juga bayak yang suka kok, cuma belum tahu aja siapa saja yang menyukai kamu" ucapku memberi semangat. "Semoga saja begitu keadaanya" ujarnya memperlihatkan wajah lesu. "Semua orang pasti ada jodohnya, cuma untuk sekarang kita belum tepat untuk memikirkan hal tersebut, kita harusnya bersyukur masih diberi kesempatan belajar sampai MTs berbeda sama orang tua kita, yang masih kelas lima SD sudah dijodohkan, yang penting meraka bisa baca dan nulis itu sudah cukup untuk pendidikannya" ujarku menceritakan kisah ibu. bahkan mungkin bukan cuma ibu saja yang mengalami hal yang serupa, hampir semua wanita didesa mengalami hal yang sama. Dipaksa dewasa sebelum waktunya. "Iya sih mamah aku juga sama, dia lulus sekolah dasar langsung dipinang oleh ayah, makanya ibu seneng banget sekarang anaknya bisa sekolah, bahkan kalau ada rejeki kata ibu aku harus sampai kuliah" ungkap ratna menceritakan kisah ibunya. Desa kita memang ketingalan, karena paradigma nenek nenek kita beranggapan bahwa pendidikan bagi wanita itu tidak penting, karena sehabat apapun wanita kembalinya akan tetap kedapur. "Amin semoga saja kita adalah anak anak perempuan desa yang pertama yang membawa perubahan untuk kampung kita" doa aku sambil memegang tangan ratna untuk saling menguatkan. "Amin" balas ratna sambil menatap nanar kearahku. "Ngapain kalian berdua dikelas saja gak pada jajan" celoteh fitri yang baru datang dari luar bersama isni "Gak apa apa biasa urusan ibu ibu anak kecil jangan sok nimbrung" sahut ratna yang menoleh kearah datangnya suara. "Iya iya deh yang udah ibu ibu yang anak bayi nyimak saja" ledek isni sambil duduk depan kita. "Daripada banyak ngomong mending kamu makan nih pisang goreng" tawar ratna sambil mengambil toples makananku. "Udah kenyang tapi kalau memaksa tidak apa apa lah aku terima" sahut fitri sambil mengambil pisang. Kita semua tertawa melihat fitri yag doyan makan tapi badannya tetap kecil. Obrolan kami berlanjut dengan sendau gurau meski belum lama kita kenal tapi persahabatan kami rasanya sudah bertahun tahun. Obrolan kami terhenti oleh bel pelajaran ketiga, kita mulai fokus lagi untuk belajar sampai bel pulang berdering. Sebelum pulang semua siswa diwajibkan untuk melaksanakan sholat dhuhur berjamaah, agar murid murid yang rumahnya jauh tidak kehabisan waktu dijalan. ****** Pukul 19:30 aku pulang dari masjid seusai mengikuti pelajaran mengaji yang diajarkan oleh pak ustadz ahmad. Itu sudah menjadi rutinas anak anak dikampungku, kalau sesudah magrib dimanfaatkan untuk belajar mengaji, baik anak laki laki ataupun perempuan. Selagi mereka belum menikah atau kerja kekota maka anak anak akan terus belajar. Sesampai dirumah aku dan kedua orang tuaku makan malam bersama, meski dengan lauk pauk seadanya ketika dengan kebersamaan itu akan terasa nikmat. "Gimana anak manja itu sudah sembuh belum" tanya bapak sambil menyalakan korek api mau membakar r0k0knya. "Anak manja yang mana pak" tanyaku sambil duduk disamping ibu setelah merapihkan tempat makan. "Itu yang kamu tampar" tanya bapak enteng. "Itu namanya dalari pak, lagian dia tidak manja buktinya dia bekerja untuk membiayayai kehidupanya dipondok" belaku rasanya tidak tega ketika ada yang merendahkannya walau itu yang merendahkan bapakku sendiri. "Iya siapa lah itu gak panting, bagaimana keadanya sekarang" tanya bapak yang seolah tak peduli dengan pembelaanku. "Alhamdulillah sudah mulai membaika pak, meski masih terlihat bekas lebamnya" ucapku menjelaskan. "Syukuralah kalau begitu jadi kita gak harus repot repot ngurusin orang itu, dan kamu fatim kamu jangan deket deket sama orang yang gak sederejat dengan kita, apalagi sama orang seperti dia, lihat tuh si lisna dia didekatinya sama orang kaya, sawahnya saja banyak" pamer bapak menunjukan kekayaan keluarga bang fahmi. "Sejak kapan keluaraga kita berteman harus memandang setatus" tanyaku sambil mendelik kearah bapak yang fosesip. "Sejak sekarang, sejak kamu mulai tumbuh remaja, bapak yakin banyak laki laki yang menginginkanu menjadi istrinya, makanya mulai sekarang kamu harus selektif memilih teman bergaul, minimal dia guru lah gak apa apa guru honorer juga siapa tau nanti bisa jadi PNS" pinta bapak sambil membuang napasnya yang dipenuhi asap. Guru PNS adalah pekerjaan terbaik dikampung kita, jadi ketika mereperensikan kesuksesan kiblatnya adalah guru pns. Meraka mendapat penghasilan tetap setiap bulan, maka orang tua akan sangat senang ketika anaknya dipersuting oleh seoreang guru walaupun statusnya masih honer, gak peduli anaknya mau atau tidak yang penting pekerjaanya guru pasti diterima. Mendengar ucapan bapak yang gak ada baiknya, aku ijin kekamar dengan alasan mengerjakaan PR. Sesampainya dikamar aku berbabaring diranjangku lalu kukeluarkan buku buku pelajaran untuk diganti dengan buku pelajaran hari esok. Terlihat kertas yang diberikan dalari masih terlipat dengan rapih, penasaran aku mengabil lalu membukanya. ***** From : fahmi Dear : fatimah Assalamualaikum wr. Wb Salam hormat semoga kamu selalu ada dalam lindungan allah swt. Karena itu adalah doa yang selalu aku panjatkan dalam setiap sujudku, To the point aja yah. Fatimah Sejak aku melihatmu tuk pertama kali, aku merasakan getaran yang berbeda. Betapa aku tak menyadarinya. Namun, setelah kesekian kali aku melihatmu, aku sadar, selama ini aku menyimpan rasa sama kamu. Rasanya seperti ada yang hilang jika sehari saja gak melihat kamu. Kamu harus tahu, betapa senangnya aku, jika tatap mata ini berbalas. Bukan hanya itu, aku juga suka tawamu, candamu dan senyumanmu itu. Kalau boleh, betapa aku menyukai semua yang ada pada dirimu. Setiap saat yang ada dipikiranku cuma kamu seorang. Bukan pak Tatang guru matematika itu… suer, hehe Fatimah yang manis, Sungguh tak tahan rasanya menyimpan rasa ini terus menerus. Memendam perasan ternyata lebih sakit dari apapun. Aku tidak bisa menahan semua ini. Karena itu, dalam surat ini aku ingin bilang, AKU MENYUKAIMU. Ini sebuah kejujuran, bukan rayuan gombal seperti kata para punjanga. Maukah kamu jadi pacar-ku? Maukah kamu mengatakan hal yang sama denganku? Fatimah yang imut… 1×24 jam dari sekarang, aku tunggu jawabanmu. Yang mencintaimu, Fahmi pratama ****** Isi surat yang ditulis oleh kak fahmi, rasanya membuat aku mual apalagi kalau ingat kebaikan kak lisna, rasanya pengen berkata kasar terhadapnya. Apa dia gak bersyukur memiliki calon istri yang sesolehah dan secantik kak lisna. Aku mengambil bulpen lalu aku menulis satu kalimat dikertas untuk balasan kak fahmi. "Apa aku harus menulis surat buat dalari biar dia peka gitu Nanti dia kegeeran gak yah, tapi gak apa lah kegeeran juga itu yang aku mau" gumamku sambil menempelkan ujung bolpoint kebibir. Aku membuka buku bagian tengahnya lalu aku menulis kata demi kata sehinga terangkai menjadi surat. Rencananya besok aku akan titipkan ketukang pos cinta sekalian balasan untuk kak fahmi
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN