MIKE Aku terus mengemudikan mobilku sambil tetap fokus pada jalan raya didepan sana. Namun, sesekali kulirik gadis—maksudku, wanita di sampingku, wanita yang sangat kucintai sejak dahulu. Dia terlihat berbeda, dia memang tetap cantik, hanya saja matanya sangat sembap dan wajahnya memerah, dadaku serasa di tikam ribuan pisau ketika melihat air mata membasahi pipi wanita ini. Dia melamun sambil menatap lurus kedepan dan tangan kanannya terus mengusap perutnya yang masih datar. Entah apa yang dia pikirkan, tapi dapat kulihat dia sedang memikirkan sesuatu yang sangat membebani pikirannya. Aku merasa geram pada Iqbaal, pria itu telah berani membuat sahabatku ini merasa sakit hati. Melody yang kukenal adalah pribadi yang ceria dan menggemaskan, sedangkan Melody disampingku saat ini adalah

