12 : Rasa Sakit

1425 Kata

* Iqbaal menyeritkan keningnya sambil menatapku, seolah-olah bingung. Ekspresi macam apa itu? "Lo lupa atau pikun sih?" Sama aja kali, lupa sama pikun mah sama. Maksud dia apa coba? "Jangan bertele-tele, bisa?" tanyaku sehalus mungkin, karena jujur saja, aku merasa sangat was-was sekarang. "Besok bukannya kita udah mau berangkat honeymoon?" sahut Iqbaal sambil duduk di tepi ranjang. Aku menghela napas lega mendengar jawaban dari Iqbaal itu, syukur lah dia bukan mau ngusir aku, ternyata dia cuman mau ngingetin buat siap-siap pergi honeymoon, bilang kek daritadi gitu. Tapi, entah mengapa aku merasa ada hal sesuatu yang janggal, aku perlu berpikir sejenak, hm, honeymoon ya? —tunggu! Apa? HONEYMOON?! Besok?! Aku terbelalak, aku segera menatap Iqbaal, "Tunggu bukannya tiga ha—” "Bunda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN