* Wanita ini tertawa kecil bersama seorang gadis kecil dibangku yang ada dihalaman rumahnya. "Terus Ember ngapain?" tanya wanita ini. "Embey bilang aja cama mamah, kalau Embey macih kecil jadi gak boleh dimalahin," sahut gadis kecil ini sambil tertawa. Melody juga tertawa mendengar cerita gadis kecil itu, bukan soal candaannya, tapi cara gadis kecil itu berbicara lah yang membuat Melody gemas. "Ante..." panggil Embryl. "Iya?" sahut Melody. "Itu Uncle Iqbaal, bukan?" tanya Embryl menunjuk pada arah belakang Melody. Melody menyeritkan keningnya lalu berbalik. Benar saja, terlihat seorang pria ber-jas hitam berjalan kearah mereka sambil tersenyum. Melody tersenyum tipis pada pria itu. "Hai..." sapa Iqbaal ragu, entah mengapa ia menjadi gugup. "Hai juga..." Melody pun merasakan hal

