* "Mau turun atau mau ngelamun aja disini?" tanya Mike sukses membuyarkan lamunanku, ia juga membuatku tersentak. Aku memperhatikan pemandangan di luar mobil. Ah ya, kami sudah sampai di pengadilan, kenapa aku tidak menyadarinya? "Nah kan, bukannya jawab malah makin ngelamun." Aku berdecak kesal mendengar ucapan Mike. "Iya kita turun!" jawabku kesal sambil melepaskan sabuk pengaman dan membuka pintu mobil yang diikuti oleh Mike. Setelah keluar dari mobil aku memandang sejenak pada bangunan didepan mataku ini, aku menarik napasku, disini lah akhir dari hubunganku dan Iqbaal. Aku merasa sangat gugup dan tidak sanggup Tuhan, tapi apabila ini yang terbaik aku akan menerimanya dengan perlahan . "Jangan gugup, ada gue disini." Mike menggenggam erat jemariku, aku menoleh padanya sekilas da

