Kamu adalah tanggung jawab yang aku harus penuhi kewajibannya. Usai sarapan, Bu Gina memeriksa keadaan cucunya itu dengan stetoskop dan termometer. Abizard duduk di pangkuan Talitha dengan anteng. Ia tak berontak sama sekali. Benjolan di bagian belakang kepala itu tidak apa-apa, nanti juga bisa kempis. Sesekali Talitha mengusapnya dengan pelan. “Coba buka mulutnya, Sayang.” Bu Gina memberi titahan, tubuhnya semakin merapat ke arah Talitha. “Abizard, aaa …!” Talitha ikut membuka mulutnya dan Abizard pun menurut. “Hm, ini namanya radang, Ta,” tutur Bu Gina saat melihat ada benjolan—bengkak di tenggorokan Abizard. Bu Gina memakai senter agar jelas dan bisa memastikan. “Udah.” Bu Gina membereskan peralatannya, lalu menatap Abizard dan tersenyum. “Tenggorokannya sakit, Nak?” Abizard hany

