Kekhawatiran itu hanya hasutan hati yang tak mau percaya pada keadaan. Abizard tak mau turun dari gendongan Talitha sama sekali, jadi mamanya itu tak bisa sarapan karena Abizard tidak mau hanya untuk sekadar duduk saja. “c*m balik, Mama!” Kalimat yang kesekian kali Abizard sebutkan. “Sebentar.” “Balik.” “Sarapan dulu, baru boleh,” timpal Bu Gina. “Tak sedap.” Abizard merengek serta menatap Talitha melas. “Balik.” “Belum dicoba, Oma masak enak.” Setelahnya Bu Gina menghampiri ke arah Zufar yang menikmati sarapannya, lalu menegur. “Zuf, urus anaknya dulu. Malah enak-enak sarapan.” Zufar yang selesai sarapan itu langsung bangkit, lalu menghampiri Talitha yang ada di ruang tamu. “Balik, Mama.” Jika tidak karena memikirkan kesopanan, Talitha sudah pergi sejak subuh tadi. Namun, karen

