Semoga bertemunya kita kembali bukan untuk pisah lagi. Tengah malam Abizard terbangun dan menangis. Seperti awal ia menginjakkan kakinya di rumah ini, ia mengajak mamanya untuk pulang. “Mama, go home! C’mon, please!” “Enggak usah rewel,” kata Talitha sambil mengusap punggung Abizard. “Balik?” sahut Abizard dengan memelas. “Masih malem. Besok pagi aja, ya.” Talitha sangat mengantuk hari ini. Namun, Abizard yang menyebalkan susah untuk terlelap dengan nyenyak. “No, tak oweh!” “Eh, kenapa, sih? Emang ada apa?” Talitha bertanya sembari beranjak duduk, kemudian menggulung rambutnya secara asal. Diikuti Abizard yang kini malah meminta untuk digendong. “Sono ada momok.” Gdubrak! “Mana ada?” Tahu-tahu Zufar menyahut, tentu saja ia terbangun karena suara berisiknya Abizard yang merengek m

