Kembali dengan Penjelasan

870 Kata

Cinta itu seperti magnet; justru yang berlawanan arah membuatnya bisa bersatu.   “Mbak mau ke mana?” tanya Disty saat mengetahui kakak iparnya jalan berbeda arah. “Pulang,” jawab Talitha datar. “Ke mana?” “Ke rumah Mbak,” kata Talitha jelas. Abizard berada di gendongannya, ia menarik tas jinjing berukuran besar dan tas selempang yang berada di pundaknya. Kebayang, riweh-nya Talitha saat itu. “Abang di rumah Mama, Mbak,” sahut Disty. “Besok Mbak ke sana.” Talitha ingin sekali segera beranjak dari hadapan Disty yang terus bertanya. Ia cukup lelah saat ini, apalagi dengan barang bawaannya. “Kenapa enggak sekalian kita barengan, Mbak? Ngapain nunggu besok kalau bisa sekarang?” cerocos Disty. Pundak Talitha merosot, ia mendadak lemas. Apa lagi alasan yang harus dilontarkan? Sementara s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN