Sesakitnya sebuah kehilangan, Sang Pencipta takkan membiarkan umat-Nya meratapi kesedihan. Talitha terbangun saat azan Subuh. Ia terkejut bukan main, perutnya rata, tak lagi buncit. Mendadak ia bingung hingga saat beranjak yang dirasakan kepalanya pusing. Takut, sedih, bercampur jadi satu. Bergegas Talitha mengambil air wudu dan salat dengan perasaan tak keruan. Usai itu ia menghubungi mertuanya untuk meminta bantuan. “Assalamualaikum, Sayang. Ada apa?” Seakan paham, Bu Gina melontarkan pertanyaan sebab ia merasakan firasat buruk terjadi pada Talitha. “Waalaikumussalam, Ma.” Talitha menarik napas, dalam kemudian bicara, “Mama bisa ke rumah sekarang? Aku minta tolong.” “Bentar, ya. Mama masih masak. Kurang masak sayur aja, tinggal nunggu mateng.” “Iya, Ma,” jawab Talitha, kemudian men

