Beberapa bulan kemudian. Malam hari Talitha masih berkutat dengan peralatan dapur dan bahan-bahan kue. Besok pelanggannya siap ambil kue di rumahnya pagi-pagi. Karena suami tidak ada rumah, Talitha mengambil kesempatan untuk mengambil pesanan yang tak sedikit ini. “Mamaku.” Abizard terbangun dari tidurnya. Bayi itu sedang tidak enak badan, makanya ia sedikit rewel malam ini. Bergegas Talitha menuju kamar yang tak jauh dari dapur. Tentu saja. Karena rumah Talitha bukan tempat singgasana yang mewah nan luas, jadi beberapa langkah saja sudah sampai ke kamar. Melihat Abizard yang masih setengah sadar dengan tangan mengulur, membuat Talitha menyambar gendongan yang ada di sebelah Abizard. “Abizardku,” gumam Talitha setelah Abizard berada di gendongannya sembari mencium pipi, Talitha menga

