BAB 1
“Maafkan aku, Kiara. Aku .. Aku … Aku tahu aku salah,” Shera memohon agar Kiara mau memaafkan dan memberikan apa yang ia inginkan, calon suami Kiara.
Kiara, wanita cantik dengan gaun pengantin yang terpakai di tubuhnya, menatap marah, sedih, dan kecewa pada seorang wanita yang tengah bersimpuh di hadapannya.
“Mengapa, mengapa kau, tidak , kalian sangat tega padaku, ini adalah hari pernikahanku, tapi .. Hahaha kau, kau hamil anak dari Daren, Shera. Aku bodoh telah ditipu dan dikhianati oleh dua orang yang aku sayangi!” pekik Kiara dengan air mata yang berlinang membasahi wajahnya.
Pengakuan Shera, jika dia mengandung anak dari Daren. Pria yang seharusnya menikah dengannya di hari ini. Membuat perasan Kiara hancur karena ternyata sahabat dan kekasihnya telah mengkhianatinya.
Lalu, apa gunanya gaun pengantin yang ia pakai?
Kiara berpikir semua itu tidak ada gunanya lagi. Hari bahagia yang berubah menjadi hari duka untuknya.
“Kiara, sayang, maafkan aku, dia, dia yang sudah merayuku.” Daren lekas menjelaskan dan membela dirinya, apa yang sebenarnya terjadi. Tatapan matanya pun menatap marah pada Shera.
Daren memegang kedua tangan Kiara agar Kiara lebih percaya padanya namun Kiara menepisnya.
Daren yang tidak mau batal menikah hanya karena Shera hamil anaknya dan menghampiri Shera, berniat agar Shera tidak berbuat hal bodoh hingga membuat pernikahannya dengan Kiara batal.
“Shera, kau gila! Aku sudah bilang gugurkan saja! Aku tidak mau menikahimu. Bukankah ini yang kau janjikan padaku?” kesal Daren pada Shera membuat Kiara tersenyum miris.
Kiara melangkahkan kakinya ke hadapan Daren dan, PLAK … Sebuah tamparan keras telah Daren dapatkan, ia tak menyangka jika Daren memiliki sikap yang egois seperti itu. Walaupun ia merasa dicurangi dan dikhianati, tapi dia juga adalah seorang wanita.
“Kau sudah menghamili Shera dan kau tidak mau bertanggung jawab?” kesal Kiara sambil menggelengkan kepalanya tidak percaya.
Kiara pun membuka sanggul rambutnya dan pergi dari hadapan kedua orang yang kini ia benci.
Daren menatap Shera dengan kesal, ia tidak percaya Shera akan melakukan hal ini, menghancurkan pernikahannya dengan Kiara.
“Apa kau bodoh! Mengapa kau lakukan ini, hah!?” kesal Daren pada Shera.
“Aku tidak mau menggugurkannya, Daren. Apa kau tidak merasa bersalah hah?”
“Bersalah? Kau gila, Shera. Aku sama sekali tidak merasa bersalah kau yang datang padaku dan memintaku untuk menemanimu, kau bahkan pernah berkata jika kau tidak akan pernah meminta pertanggung jawaban, dan sekarang kau malah ingin aku bertanggung jawab, ch memuakkan!?”
“Daren, tolong, mengertilah, aku, aku yakin Kiara akan mengerti, aku juga tidak mau ini terjadi, tapi aku juga tidak mau anakku ini tidak bersama dengan ayahnya, tolong nikahi aku Daren, hingga, hingga dia lahir kau boleh menceraikanku.” Shera memohon pada Daren agar mau bertanggung jawab dengan kehamilannya.
Namun Daren bersikukuh untuk menikahi Kiara dan membiarkan Shera dengan kehamilannya sendiri, tanpa peduli apapun lagi.
Cintanya Daren hanya untuk Kiara, ia tidak memiliki perasaan apapun untuk Shera yang hanya menjadi pelampiasan nafsunya saja, terlebih Shera lah yang menawarkan tubuhnya padanya.
Daren tidak pernah berpikir jika hal ini akan terjadi, ia pikir hubungan gelapnya dengan Shera akan tetap menjadi rahasia mereka. Tapi sayangnya, Shera lebih memilih membongkar semuanya bahkan dengan tega tepat di hari pernikahan, yang seharusnya berlangsung bahagia.
Daren bahkan sempat berjanji pada dirinya sendiri, akan menjadi pria setia setelah pernikahannya dengan Kiara, namun semua hanyalah rencana yang tak akan pernah terlaksana, penyesalanlah yang kini ia dapatkan.
Disisi lain, Kiara tengah berbicara dengan kedua orang tua, dan juga kedua orang tua Daren bahkan ada juga orang tua dari Shera, yang memang mereka sangatlah dekat. Kiara mengatakan pada mereka jika pernikahannya dengan Daren akan dibatalkan, tentu hal itu membuat mereka semua terkejut, dan merasa marah atau kecewa pada Kiara.
Tapi, setelah mendengar alasan dari Kiara, orang tua Kiara pun setuju, bahkan juga dengan kedua orang tua Daren, yang kini mereka yang memohon maaf pada Kiara dan juga pada kedua orang tua Kiara. Mereka tak menyangka jika Daren bisa melakukan hal yang keji dan memalukan.
Sedangkan orang tua dari Shera, mereka sama merasa sangat terkejut, dan tidak menyangka jika Shera berani mengkhianati Kiara, sahabatnya sejak kecil yang juga sudah mereka anggap Kiara sebagai anak mereka.
Bugh .. Bugh ..
Pukulan dari ayah Kiara pada Daren membuat Daren menerimanya tanpa menolak, karena itu memanglah kesalahannya. Pukulan dari ayah Kiara yang belum sembuh kini ditambah dari pukulan ayahnya sendiri. Hal itu membuat Daren pun tersungkur jatuh dengan sudut bibirnya yang berdarah.
“Kau membuatku malu, Daren. Aku sebagai ayah tidak pernah mengajarkanmu hal seperti itu!” pekik Ayah Daren dengan mata yang berkaca-kaca.
Daren pun hanya tertunduk ia tidak mampu berkata-kata banyak, hanya kata maaf yang bisa diucapkan.
“Maaf,” ucap Daren lemah.
Ibu Daren terlihat menangis karena ia pun merasa kecewa dengan hal itu. Bahkan juga kedua orang tua Shera yang memilih diam menatap putrinya yang juga tidak berdaya.
Mereka menyalahkan Daren dan juga Shera mengapa harus terbongkar di hari pernikahan, karena hal itu tentu membuat Kiara semakin terluka.
Daren bersujud di kaki ayah Kiara.” Ayah, maafkan aku dan jangan batalkan pernikahan ini, aku janji hal ini tidak akan terjadi lagi.”
“Lalu bagaimana dengan Shera, Daren. Kau egois!” kesal Ibu Shera pada Daren.
“Nikahi Shera!” ucap Ayahnya membuat Daren menggeleng keras.
“Daren, aku mohon, nikahi aku, demi anak kita,” ucap Shera lirih dengn isak tangisnya yang terisak.
“Bisa saja itu bukan anakku, kau saja memang suka memberikan tubuh pada pria bukan?” tukas Daren pada Shera membuat Shera menatap marah pada Daren.
“Kau tahu sendiri, selama sebulan kebelakang kita selalu bersama! Jangan menyangkalnya Daren!” kesal Shera ada Daren.
Kiara mendengar semua itu setelah mengganti pakaiannya, di tangannya ia pegang gaun pengantin yang tadi ia pakai. Lalu Kiara lempar ke hadapan Shera.
“Pakai gaun itu. Kau akan menikah dengan Daren!” sungut Kiara tidak bisa santai lagi berbicara.
Kiara menahan segala perasaan kesal dan marah, yang bahkan ingin sekali ia menjambak rambut Shera yang sudah mengkhianatinya sejak lama.
Mungkin bukan hanya sebulan, tapi dari beberapa bulan ke belakang mereka sudah mengkhianatinya.
“Kia ..” Shera menatap Kiara yang tergambar jelas kekecewaan pada sahabatnya. “Maaf ..”
“Aku maafkan, namun setelah ini, kita tidak lagi saling mengenal. Kau ingin gaun itu bukan, maka segeralah pakai, itu kau yang pilih untukku yang ternyata kaulah yang akan memakainya, ck, aku benar-benar bodoh!” decak kesal Kiara.
“Tidak, Kia. Aku mohon, aku hanya mencintaimu,” ucap Daren yang tidak mau melepaskan Kiara.
“Cinta? Apa ini yang dinamakan cinta, kau berselingkuh, Daren. Bahkan dengan sahabatku sendiri, KAU b******k, DAREN, KAU b******k!” hardik Kiara yang kembali dengan tangisnya yang sungguh menyayat hati.
“Kalian, kalian berdua benar-benar jahat padaku, jangan sampai aku melihat kalian berdua lagi!” seru Kiara yang lekas meninggalkan mereka bersama dengan kedua orang tuanya.