BAB 6

1083 Kata
Connie menatap sengit Kiara namun Kiara sama sekali tidak peduli membalas tatapannya dengan santai, bahkan setelah diancam akan di usir dari negara tempat ia mencari ilmu. Kiara ingin segera pergi meninggalkan kampus dimana kini ia harus menemui beberapa orang yang sangat menyebalkan, banyak wanita yang memandang dirinya dengan sinis atau juga para pria yang mungkin sudah berpikir macam-macam mengenai dirinya, seperti apa yang sudah dipikirkan oleh Jhonny sebelumnya. “Tunggu! Tuan Xavier, Kiara kau mengenal Tuan Xavier?” tanya Diana yang terkejut jika asisten pribadi Tuan Xavier mencari Kiara. “Apa dia yang terus menghubungi ponselku?” tanya Kiara pada Connie dan mengabaikan pertanyaan Diana. “Ya, mendapatkan nomor ponselmu itu tidak sulit! Jadi, seharusnya kau tidak usah jual mahal, ikuti saja aku dan segera temui Tuan Xavier!” pekik Connie. Diana semakin terkejut, karena Tuan Xavier itu bahkan menghubungi Kiara yang membuat ponsel Kiara terus bergetar. “Entah apa yang dia mau, tapi melihat kepribadiannya, tolong katakan padanya jangan dekati aku! Bukankah masih banyak wanita cantik diluar sana yang menginginkan dirinya, dan yang jelas bukan aku!” seru Kaira yang mulai melangkahkan kakinya menjauh dari Connie. Sedangkan Diana ia semakin terkejut bahkan terdiam cukup lama, ketika ia tahu temannya itu diincar oleh pria yang banyak disukai oleh wanita. Banyak yang ingin menjadi kekasihnya bahkan juga banyak yang rela memberikan tubuhnya, karena Xavier adalah pria yang memiliki perusahaan besar, tampan, dan disegani oleh banyak orang. Diana bahkan juga pernah bermimpi bisa dekat dengan Xavier, karena dekat dengannya adalah impian banyak wanita, bahkan jika ia bisa dijadikan wanita spesial Xavier. Harta, kehormatan akan didapatkan, namun sayangnya Xavier akan memilih wanita yang benar-benar dia sukai, dan Kiara temannya yang dingin itu ternyata bisa membuat Tuan Xavier tertarik padanya, tentu itu adalah hal yang sangat mengejutkan dirinya. Bukan cuma dirinya, teman-temannya yang lain pun sama, termasuk reaksi Jhonny saat memasuki kelas sebelumnya. “APA KAU TIDAK PEDULI DENGAN HUKUMAN?” teriak Connie pada Kiara yang sudah berjalan cukup jauh darinya. Kiara menghentikan langkahnya dan lalu berbalik menatap Connie yang tengah melipat kedua tangannya di d**a. “Silahkan, aku tidak peduli. Jika aku kembali ke negaraku, maka itu jauh lebih bagus bukan, karena aku tidak akan pernah dekat dengan Tuanmu itu!” Kiara pun kembali melangkahkan kakinya pergi menjauh dari Connie yang terdiam mendengar perkataan Kiara. Kesal? Tentu, Connie sangat kesal, karena baru menjumpai wanita yang jual mahal seperti Kiara. Bahkan Kiara sama sekali tidak menghormatinya, atau bahkan takut padanya. “Wanita jalang! Apa dia begitu spesial, sampai berani menolak ajakan Tuan Xavier, cih! Tuan Xavier bahkan dengan rendah hati rela menghubunginya!” geram Connie yang tentu tidak didengar oleh Kiara karena sudah sangat jauh darinya bahkan mungkin Kiara sudah berada di dalam mobilnya. Connie pun pergi meninggalkan kampus dan kembali ke perusahaan, dimana Tuan Xavier sudah menunggunya. Sedangkan Diana, ia masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar, Kiara menjadi incaran Tuan Xavier? Diana pun lekas mengejar Kiara ia ingin tahu cerita dari Kiara bagaimana bisa Tuan Xavier mengenal dirinya bahkan sampai Connie asisten Tuan Xavier mendatanginya. “Kau dimana, Kia? Apa kau tidak mau cerita padaku?” tanya Diana saat teleponnya diangkat oleh temannya. “Aku dalam perjalan pulang, Di.” “Aku akan kesana, kau harus cerita padaku!” ucapnya dan langsung menutup teleponnya. Kiara menggelengkan kepalanya, Diana teman yang dekat dengannya di negara ini, memang sangat berbeda dengan teman yang lainnya. Diana, walaupun terlihat wanita yang tidak peduli dan wanita yang bebas, namun Diana adalah temannya yang sangat baik, satu-satunya yang baik padanya di negara ini. Namun, apakah ia bisa percaya padanya, seperti ia percaya pada Shera. Kepercayaan, ketulusan, bahkan juga kasih sayang yang selalu ia berikan, menganggap Shera seperti saudaranya, namun ternyata dibalas dengan pengkhianatan padanya. Apa karena iri? Kiara tidak tahu, karena Kiara benar-benar tidak mau mengetahui alasan Shera melakukan hal itu padanya. Bagi Kiara, Shera jelas bersalah padanya, apapun alasannya baginta tidaklah benar, karena dirinya pun tidak akan pernah mau menyakiti temannya sendiri. Lalu, Diana apa akan seperti Shera? Bagi Kiara yang penting, ia tidak akan menaruh banyak harapan pada Diana atau siapapun. Kiara sudah sampai di apartemennya, ia merebahkan dirinya di ranjang besar miliknya. Kiara berpikir kedamaiannya tinggal di negara itu sudah mulai terusik, saat Tuan Xavier mengenal dirinya. “Siapa dia, apa dia sangat populer, apa dia seorang casanova, ch! Apa yang menarik dari pria seperti itu. Sampai banyak wanita mengejarnya, bahkan merasa spesial jika didekati atau dicari olehnya!” Kiara menghela nafas panjangnya, berharap ia bisa menyelesaikan kuliahnya yang hanya beberapa bulan lagi dengan tenang. Seseorang masuk ke apartemennya dengan tergesa-gesa, Kiara tahu jika itu adalah Diana yang memang sudah berbicara akan menemuinya. Kiara merasa lucu dengan temannya itu, yang tidak bisa sabar mendengar cerita dirinya, yang bahkan mungkin Kiara malas untuk bercerita, namun Diana selalu memaksa bahkan terus menggerutu agar Kiara mau membuka mulutnya. Hingga pada akhirnya, Kiara pun bercerita. “Jadi, ceritakan padaku. Bagaimana bisa kau mengenal Tuan Xavier?!” tanya Diana tanpa berbasa-basi lagi. Kiara pun terkekeh dan lalu memilih meninggalkan Diana menuju dapur. “Kia, kau tidak tahu betapa aku sangat penasaran! Ceritalah, kau tahu aku bahkan pernah bermimpi tidur dengannya, oh itu mimpi indah!” “Dia bukan pria yang baik, untuk apa kamu mengidolakannya!” heran Kiara. “Harta, dihormati dan juga disegani! Itu yang kita dapatkan, apa kau tidak mau menjadi wanita yang dihormati?” “Apa dia menghormati wanita? Kudengar dia bahkan suka mempermainkan wanita, meniduri dan meninggalkannya,” ucap Kiara. “Ah itu, memang benar. Namun, setelah semua itu, mereka memiliki timbal balik yang banyak darinya,” ucap Diana. “Lalu, apa bedanya dengan p*****r. Menjual tubuh pada pria untuk mendapatkan uang,” balas Kiara. “Ya, kau memang selalu realistis, Kia. Benar semua yang kau katakan, namun kau tahu. Tuan Xavier tidak pernah mau menikah, dia ingin menjadi pria yang bebas, bisa memiliki banyak wanita,” seru Diana. “Dan aku menolak untuk menjadi salah satu wanitanya. Di, jangan pernah menjadi wanita yang rela dijadikan pelampiasan laki-laki, kau harus memiliki harga diri, uang bisa kita cari!” “Aku tahu, aku tidak benar-benar menginginkannya, hanya saja, aku pikir peluang itu akan ada, menjadi wanita satu-satunya,” ucap Diana sambil terkekeh. Kiara pun hanya menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Diana. “Lalu, bagaimana kau bisa mengenal Tuan Xavier?” “Aku tidak sengaja bertemu dengannya di cafe, dan dia mengundangku duduk di tempatnya, aku menolak,” jelas Kiara. “Dan dia penasaran denganmu, karena kau wanita satu-satunya menolak ajakannya?” “Entahlah … Aku benar-benar tidak peduli, Di.”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN