Melerai Dua Pria (Ajeng's POV)

1423 Kata

Yang aku bingung kan sekarang hanyalah satu, cara agar mas Adit tidak langsung mengajakku untuk masuk ke dalam mobilnya. Aku tahu tujuannya baik, sangat baik malahan. Tapi, aku tidak nyaman saja, terlebih aku sudah mengatakan hal ini pada mas Barga, dan dia mengatakan agar aku menunggunya. Masalahnya sekarang adalah aku tidak bisa menolak permintaan seseorang, termasuk ajakan mas Adit untuk masuk ke mobilnya. Aku melihat mas Adit yang sedang keluar dari mobil, memerhatikan kanan dan kirinya karena hendak menyebrangi jalanan menuju sisi jalan tempatku kini berpijak. "Please, cepatlah datang mas Barga. Cepatlah kalau kamu gak mau aku kerja bersama mas Adit." Batinku. Aku sudah gelisah dan semakin gelisah ketika melihatnya yang berhasil menyebrang dan kini hampir sampai di depanku. Sudah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN