Pagi itu, sinar matahari mulai merayap masuk melalui celah-celah tirai apartemen. Suasana hening, hanya suara samar kipas angin langit-langit yang berputar pelan. Adrian sudah bangun sejak beberapa waktu lalu. Tubuhnya sudah terasa lebih baik setelah semalaman diurus Disa dan tidur cukup. Sekarang, ia berdiri di depan cermin besar di kamarnya, merapikan kemeja putih yang baru saja ia kenakan. Bagian ujung kemejanya dimasukkan rapi ke celana panjang hitam, rambutnya sudah tersisir rapi meski ada beberapa helai yang tetap jatuh ke dahinya, memberi kesan santai di balik tampilannya yang profesional. Jam tangannya sudah terpasang di pergelangan tangan kiri. Setelah memastikan penampilan dirinya cukup siap untuk kembali ke rutinitas kantor, Adrian mengambil ponsel di meja nakas, lalu melangka

