Di lantai sembilan, suasana kampus mulai ramai tapi Amanda tetap duduk sendirian di pojok ruang tunggu. Tangannya sibuk memencet layar ponsel, bukan buat scroll media sosial, tapi nyari dan sebar CV lewat platform lowongan kerja online. Beberapa email lamaran udah dia kirim, sisa tinggal nunggu keajaiban dipanggil interview. Setelah itu, hari-harinya di kelas berjalan biasa aja. Dosen masuk, materi disampaikan, dan Amanda cuma nyimak sekenanya. Hatinya lagi gak sepenuhnya di situ, pikirannya masih kebagi antara kampus, kerjaan, dan hidupnya yang sekarang serba gak jelas. Sampai sore, semua kelas selesai. Teman-teman lain sibuk ngobrol, ada yang nongkrong di kantin, tapi Amanda memilih jalan sendiri. Dia gak langsung pulang ke apartemen. Rasanya pengap aja kalau harus balik ke sana, apala

