Pukul tujuh malam, suara pintu apartemen terbuka membuat Adrian otomatis menoleh. Dia baru aja duduk di sofa, TV menyala tanpa dia pedulikan, dan map berkas di meja depan masih tergeletak, belum sempat dia sentuh lagi. Matanya membulat saat melihat sosok Disa berdiri di ambang pintu, basah kuyup dari ujung kepala sampai kaki. Rambutnya menempel di wajah dan leher, bajunya lepek, dan wajah pucat itu bikin detak jantung Adrian berdebar keras. Tanpa pikir panjang, Adrian langsung bangkit dan menghampiri. "Disa?" Suaranya terdengar khawatir sekaligus heran. Tangannya otomatis meraih lengan gadis itu, dingin, basah, menggigil sedikit. "Kamu kenapa? Dari mana? Kok basah begini?" Disa menunduk, berusaha menarik napas stabil. "Tadi ke rumah... ambil laptop sama baju. Sekalian liat-liat lowongan

