Kamar apartemen itu masih dipenuhi sisa aroma lembut parfum pria. Udara dingin dari pendingin ruangan berpadu dengan bau segar sabun yang samar tertinggal. Adrian berdiri di pinggir tempat tidur, tubuhnya tegap, bahu lebar dibalut kemeja hitam yang rapi, lengan kemeja dilipat tepat di bawah siku, memperlihatkan otot lengannya yang kokoh. Celana kain hitam yang dia kenakan jatuh pas membingkai kaki jenjangnya, dan sepatu kulit senada melengkapi penampilannya. Sabuk cokelat gelap melingkari pinggang, sederhana tapi berkelas. Rambutnya masih setengah basah, disisir seadanya dengan jari. Tak perlu terlalu rapi, karena kacamata hitam yang ia kenakan sebentar lagi akan mengalihkan semua perhatian. Adrian merapikan koper kecil di lantai, memastikan setiap potong pakaian untuk perjalanan ke Jaka
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


