Pagi itu, langit masih kelabu, hujan tipis jatuh membasahi kaca jendela apartemen. Disa membuka mata perlahan, kelopak matanya terasa berat, sisa-sisa tangis semalam masih membekas. Tubuhnya terasa lemas, tapi suara notifikasi dari ponsel yang tergeletak di meja kecil samping ranjang memaksanya untuk bangun. Dengan langkah pelan, Disa meraih ponselnya. Layar terkunci menampilkan beberapa pesan masuk. Salah satunya dari HRD kantornya. "Selamat pagi, Disa. Kami memahami kondisi pribadi yang sedang kamu alami, namun karena ketidakhadiran tanpa konfirmasi selama beberapa hari, dengan berat hati kami sampaikan kontrak kerja kamu kami akhiri sesuai perjanjian." Disa terdiam, matanya membeku menatap pesan itu. Dadanya bergetar, perasaannya makin campur aduk. Belum selesai duka soal kepergian k

