Bagian 26

1184 Kata

Suara pintu diketuk pelan sebelum terbuka. Beberapa orang masuk, dua perawat muda mendorong troli berisi alat-alat medis, sementara seorang pria bertubuh tinggi dengan jas dokter melangkah santai ke dalam. "Mana pasiennya?" tanya pria itu, senyumnya ramah. Dokter Rifky, tebak Disa. Adrian yang masih setengah duduk di ranjang cuma mengangkat tangan malas. "Di sini, Rif. Buruan sebelum gue berubah pikiran." Dokter itu terkekeh. "Gue lupa lo pasien paling bandel." Dia lalu menoleh ke perawat, memberi beberapa instruksi singkat. Dengan cekatan, perawat membantu Adrian bergeser, merapikan kasur, dan memasang infus di lengan kirinya. Rifky sendiri memeriksa suhu tubuh Adrian, tekanan darah, sambil sesekali melempar candaan ringan. "Lo sakit gini karena kerja terus apa patah hati lagi, bro?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN