Cahaya mentari perlahan masuk ke celah mataku yang berusaha terbuka. Kepalaku masih pening. Aku kenapa? "Audi? Kau sudah sadar?" Aku menatap heran orang di depanku ini. Kenapa aku bersama Gestazh? Bukannya tadi aku... "Kenapa kau datang ke perusahaan itu, hah?!" s**t! Dokter macam apa ini, pasiennya baru siuman malah dibentak. "BUAT APA KAU KESANA? MAU CARI NICO LAGI SETELAH DIA NYARIS MEMPERKOSAMU KEMARIN? APA YANG ADA DI PIKIRANMU SAMPAI-SAMPAI KAU NEKAT DATANG KE SANA? JIKA AKU TAK MENGIKUTIMU, AKU TAK TAU LAGI NASIBMU SEKARANG BAGAIMANA?" Kau tak mengerti Gestazh. Aku bingung sekarang. Kutundukan kepalaku, mencoba meredakan sesak di hati. Bukan karena bentakannya, tapi karena sekarang aku bingung harus bagaimana untuk menyelamatkan hakku, milikku, amanat dari ayahku. "Ssssstttt..

