Di sinilah aku sekarang. Di sebuah desa pencil yang aku saja tak tau ini di daerah mana. Gestazh benar-benar nekat membawaku ke tempat sejauh ini padahal hari sudah menjelang malam. Sampai jam berapa kita ke rumah? Dan parahnya, tanpa persetujuanku. "Aaaaaaaaaaa!" Aku memekik keras ketika kakiku diurut keras oleh ibu Imas yang merupakan orang terpercaya di desa ini untuk menyembuhkan penyakit yang berurusan dengan urat. Oiya aku lupa memberitau, jika sekarang aku masih memakai jas dokter milik Gestazh dengan di dalamnya hanya memakai bra saja. Ditambah sekarang, celana jeansku telah lepas dari kakiku. Aku hanya mengenakan sarung untuk memudahkan ibu Imas mengurut kakiku. "Huaaaaaa sakiiiit!" Lagi-lagi aku memekik ketika kakiku diluruskan secara paksa. Air mataku lolos sudah dari mata.

