Pov Mandala Dua hari ini cuaca cerah, aku tak melewatkan kesempatan itu untuk mengajak Leon jalan-jalan ke tempat permainan anak. Tak lupa membelikannya banyak mainan tentunya. Bisa dibilang aku kalap saat melakukan itu. Sampai saat Nailis pulang kerja, ia mendelik dan memprotes apa yang kulakukan. Aku menyembunyikan senyum senang mendengar omelannya, karena berhasil menarik perhatiannya. Kalau tidak begini, mana mungkin Nailis mau bicara padaku. Rasanya susah sekali mengajaknya berbincang meski kami dalam satu atap yang sama. Dan mungki n karena lelah, terkadang jam delapan malam ia sudah tidur menyusul Leon ke kamarnya. Hal yang membuatku diam-diam sering memendam kecewa. Padahal seharian aku menunggu kepulangannya. Pagi ini aku bangun dengan kepala berat. Namun tetap kupaksakan bangu

