Memeluk Leon memberikan ketenangan tersendiri buatku. Tengah malam, putraku itu terbangun dan menangis. Setelah kuberikan s**u, ia tak kunjung tertidur kembali dan justru malah rewel. Kadang ia memang seperti ini. Seperti biasa, aku menggendongnya sembari mengusap punggungnya berirama. Tak lama, Leonku pun tertidur, tapi ketika aku akan memindahkannya tidur di kasur. Balitaku ini kembali terbangun dan menangis. Akhirnya aku menggendongnya kembali dan melakukan hal yang sama seperti tadi. Mengusap punggungnya supaya ia lekas lelap lagi. Kali ini aku memilih keluar kamar. Suara rintik gerimis di luar masih bernyanyi syahdu. Kulihat jam dinding yang menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Udara begitu dingin, semakin kueratkan pelukanku pada tubuh mungil itu dan mengecupi rambutnya yang wangi kha

