Pov Dimas Melepaskan Nailis adalah keterpaksaan yang mau tidak mau harus aku lakukan dan akhirnya kusesali dengan segenap jiwa ragaku. Semua bermula dari perayaan ulang tahun Bosku malam itu, hingga aku hilang kendali dan melakukan perbuatan terlarang yang seharusnya tak kulakukan bersama Nadia. Seseorang yang hanya kuanggap rekan kerja, meski aku tahu dia menyimpan rasa padaku. Dan jujur aku akui bahwa aku dalam keadaan sadar saat melakukannya. Meski Nailislah yang kubayangkan saat menyentuh Nadia malam itu. Sebagai pria dewasa, memang terkadang ada keinginan untuk menjamah Nailis lebih dari seharusnya. Namun selama ini aku mampu menahan diri, dan mungkin semua itu karena seringkalinya ayah Nailis mengingatkanku untuk menjaga putrinya dan tidak melakukan hubungan yang melewati batas se

