Pov Nailis ( Keputusan Bapak )

1098 Kata

Pov Nailis Aku mengurungkan niatku untuk ke kamar. Entah kenapa ada perasaan tak enak dengan kedatangan tamu yang entah siapa. Sebelum Bapak beranjak lebih dulu, aku memberikan isyarat bahwa aku saja yang membukakan pintu. Dadaku berdebar kencang, takut kalau-kalau Mas Dimas yang datang. Pintu terdengar diketuk kasar dan tak sabaran. Kupercepat langkah dan segera menarik kenop pintu yang tak terkunci itu. Mataku melebar tak percaya melihat siapa yang datang. Belum sempat bibir ini berucap, tiba-tiba wanita itu sudah mendaratkan sebuah tamparan keras dipipiku. Begitu kencangnya, sampai suaranya nyaring terdengar. "Apa-apaan ini?" Suara Bapak menggelegar tak terima. Sementara aku masih shock, mengusap pelan pipiku yang terasa perih dan memanas. Sepertinya Mbak Nadia menggunakan seluruh ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN