Bab 19 Kedatangannya Lagi

1217 Kata

"Kok bukan Mang Budi yang jemput?" tanyaku mendapati Papa duduk manis di balik kemudi menungguku. Tadinya aku ingin ke rumah Nenek Surtiasih. Kalau Papa yang jemput, aku mesti putar otak memikirkan alasan sepele supaya mendapat izin Papa. "Kenapa sih kalau Papa? Kayak nggak senang gitu." Papa memgerucutkan bibir. "Ya, nggak apa-apa." Aku menutup pintu. Tangan Papa lihai memutar stir. Membelah jalan menuju arah pulang. Deru mesinnya bersaing dengan kendaraan lain. Aku menyandarkan kepala pada kaca, memikirkan cara pergi ke rumah Mang Budi bertemu Nenek Surtiasih. Lalu setengahnya lagi memikirkan perkataan Raina di ruang kesehatan tadi. Ah, lama-lama aku gila betulan. Kenapa pula aku lahir di keluarga penuh misteri begini. Kalau saja aku nggak menolak ajakan tinggal bersama Yosuke di K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN