Bab 18 Kematian Meliani

1243 Kata

Kabar duka datang hari ini. Seorang siswi meninggal tadi malam. Usia memang tidak bisa diprediksi. Tua-muda, sehat-sakit. Ini soal kesanggupan sebagai makhluk ciptaan-Nya terhadap takdir. Termasuk cara kita meninggalkan dunia. Semua telah diatur. Sayangnya kabar kematian yang aku dengar menciptakan lubang besar dalam hati. Beberapa anggota OSIS menenteng kardus ke tiap kelas meminta sumbangan belasungkawa telah beralih ke kelas lain. Kami semua terhenyak, apalagi aku mengetahui siapa gerangan yang telah berpulang itu. Adalah Meliani mantan sekretaris OSIS tahun lalu. Seketika dadaku sesak seperti ditikam gada. Ada jeritan yang berusaha meloloskan diri namun tak menemukan celah. Hanya air mata, padahal aku sama sekali tidak mengenal Meliani. Sembunyi di bawah bangku, tanganku termor. A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN