Bab 15 Petak Umpet

1237 Kata

"Papa mau kemana sudah rapih jam segini?" Papa hanya tersenyum, mengancingkan kancing atas. "Kencan ya?" picingku mengikutinya ke teras rumah. Sambil memakai sepatu, Papa terkekeh. Kemeja yang Papa pakai seingatku baru beli, menilik dari penampilannya sekarang pasti ada acara penting. Apalagi memakai parfum segala. "Ke kantor mengantarkan kerjaan lagi, P?" desakku terus, pasalnya hari ini Minggu. Kerja kantoran mana yang buka hari libur. "Betulan kencan ya, Pa? Kok Papa nggak bilang-bilang sama Unga sih?!" "Bungah ...," Papa selesai memakai sepatunya berdiri memegang kedua bahuku. "Papa cuma mau ketemu teman lama. Reunian gitu. Memangnya kamu mau ikut?" Alisnya terangkat satu. Aku termanyun menggelengkan kepala, bukan pada pertanyaannya. Tapi aku menyadari Papa makin berkarisma saj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN