My Playlist : Kanye - The Chainsmoker
***
Shelina tersenyum paksa kearah Maximillian saat beberapa wartawan dan para tamu lain menatap kagum kearahnya seakan dia telah memenangkan lotre yang perbandingannya satu banding seratus juta, atau mungkin mereka ingin tahu bagaimana Shelina bisa menjadi kekasih tuan muda itu, jangankan mereka, Shelina saja bingung dengan pria itu, tiba-tiba meminta dirinya menjadi pasangannya di acara sepenting ini, dan mengumumkan status palsu.
sejujurnya Shelina saat ini hanya ingin melarikan diri karena tatapan mereka, tidak sedikit juga yang menatapnya iri dan benci, namun saat Shelina tidak sengaja bertatapan dengan Lucas Cade, Shelina berubah pikiran, ia pikir jika Maximillian saat ini sedang memanfaatkannya atau bermain, maka dengan senang hati Shelina mengikuti permainan yang dimainkan Maximillian, karena saat ini permainan itu akan menguntungkannya.
Lucas Cade, Shelina pastikan di acara ini dia akan mempermalukan Lucas Cade, mantan tunangannya, mungkin awalnya pria itu pikir Shelina adalah gadis baik dan naif, tapi pria itu salah besar, Shelina akan membalas perbuatan pria itu di malam pertunangan mereka yang gagal.
Shelina akan membuat wajah Lucas Cade tertera di setiap sampul majalah besok pagi, Shelina mulai dengan mengalungkan tangannya di leher Maximillian membuat dirinya dan Maximillian berhadapan dengan sangat dekat hingga Shelina bisa merasakan hembusan nafas Max mengenai wajahnya.
Maximillian menyunggingkan senyuman miring, "Mulai menikmatinya?" bisik Max ditelinga Shelina, terlihat begitu mesra bagi para tamu dan wartawan yang sedang menyaksikan adegan itu.
Shelina tersenyum lembut lalu menganggukan kepalanya tanpa ragu, Shelina melepaskan tangannya yang melingkar di leher Max saat Lucas sudah tidak melihat Lucas berada di tempat sebelumnya.
Para wartawan sudah tidak bisa meliput ataupun memotret kedekatan mereka karena saat ini mereka sudah berada di tengah-tengah acara.
Disana banyak wanita dari kalangan selebriti papan atas, model terkenal hingga anak konglomerat yang menatap Max dengan lapar, Shelina yang berada di samping Max juga merasa risih dengan tatapan para wanita itu, Shelina mendengus sebal saat menebak tujuan pria itu membawanya sebagai pasangan ke acara ini, pria ini pasti hanya ingin membuatku menjadi tamengnya dari para wanita itu. Batin Shelina.
Walaupun begitu, jika aku tidak menjadi pasangannya malam ini, sama seperti Max, pasti para pria akan mencari kesempatan menggodaku!, Shelina tersenyum lega.
Tidak lama beberapa pria yang terlihat sebaya dengan Max menghampiri pria itu, sepertinya hendak membicarakan sesuatu yang penting, tapi bukannya langsung menyambut mereka, Max malah mengalihkan pandangannya pada Shelina, Max sedikit menunduk agar bisa melihat wajah Shelina. "Kamu mau aku ambilkan minum?" tanya Max pada Shelina, Shelina menggelengkan kepalanya.
"Aku akan mengambil minum ku sendiri." Shelina pergi menjauh dari Max dan beberapa temannya, tatapan Max masih memperhatikan punggung wanita itu sampai salah satu temannya mulai bicara.
"Max, dia kembali." kata pria bernama Noah, pria berperawakan tinggi dengan rambut berwarna pirang.
Max langsung mengalihkan pandangannya menatap Noah dengan tatapan datarnya, "Bukan masalah besar, dia hanya serangga kecil bagiku."
Seorang pria yang berada di samping Noah mulai bicara, "Tapi kali ini dia tidak mengincar perusahaanmu, dia mengincar nyawamu, ini balas dendam."
"Mike, kau terlalu mengambil pusing masalah yang sebenarnya sepele, aku tinggal membunuhnya saja kan." kata Max pada Michael.
Michael tersenyum miring, ia menjentikan jarinya pada anak buahnya yang sejak tadi berdiri di belakangnya, anak buah Michael menyerahkan sebuah map berwarna coklat pada Max. Max mengernyitkan keningnya saat menerima berkas itu
"Itu akan membantumu, aku juga akan bertanggung jawab, aku akan membantumu, bagaimana pun juga semuanya terjadi karena aku ikut campur." tukas Michael, Max melirik kearah berkas coklat yang kini berada di tangannya.
Max tersenyum miring, "Aku tidak butuh bantuan mu menangani serangga."
Michael yang mendengar itu tersenyum kembali, "Seperti biasa kau sangat pongah"
"Oh ayolah Mike, dia Maximillian Skyler, mungkin dia benar tidak butuh bantuanmu." ujar Noah dengan sedikit kekehan.
Michael melirik Noah, "Walaupun dia Skyler, tapi keluarga Noran tidak bisa di anggap remeh begitu saja."
Noah merangkul pundak Michael, "Kau terlalu kaku Mike, lupakan masalah itu, sebaiknya kita segera pergi, si Skyler ini tidak sabar berduaan bersama putri Resse yang cantik itu." kata Noah saat menyadari jika sejak tadi Max selalu mencuri pandangan pada Shelina.
Sepertinya pria itu tidak ingin Shelina keluar dari jangkauannya. "Kau menyukainya? Kami belum pernah melihatmu dekat dengan seorang wanita."
Maximillian tersenyum remeh, "Bagaimana mungkin, aku hanya sedikit tertarik." elak Max.
Noah menyikut tangan Max, "Aku tidak percaya itu, mungkin dalam 2 bulan kamu akan mengurung wanita itu." sindir Noah.
"Mau bertaruh? Aku yakin dalam 2 bulan Max akan dibuat gila!" Michael ikut menggoda temannya, Max.
Maximillian menatap geram pada kedua temannya itu, "Oh ya, Apa segila saat kamu bersama Emily ?" tawa Noah pecah saat ia berhasil menggoda kedua temannya itu.
"Dasar penghianat Noah!" tukas Michael kesal, ternyata Noah juga menggodanya.
"Wah, nona Resse itu sangat hebat, sekarang dia bersama pria lain." pancing Noah saat matanya menangkap keberadaan Lucas di samping Shelina yang sedang di perhatikan dari jauh oleh Max.
Disisi lain, Shelina saat ini sedang mengambil segelas wine di tangannya, wanita itu sengaja berdiri di depan bar agar keberadaanya dapat perhatian dari para tamu, terutama Lucas.
Sesuai ekspetasi Shelina, tidak lama Lucas menghampirinya, pria itu berdiri di samping Shelina. "Luarbiasa, hanya dalam 2 hari kamu bisa menjerat Maximiliian, pria yang malang."
Shelina melirik kearah Lucas, "Bukankah kamu yang lebih hebat, di hari pertunangan, kamu bersama adik angkat ku."
Lucas langsung memegang erat pergelangan tangan Shelina hingga wanita itu sedikit meringis menahan sakit, mendengar apapun mengenai Valerie membuat Lucas sedikit sensitif.
"w************n ini, sebenarnya apa tujuanmu yang sebenarnya!"
Shelina mengernyit, apa tujuan ku? Aku tidak mempunya tujuan apapun saat ini, aku hanya ingin mempermalukanmu. Batin Shelina tersenyum sinis.
"Akh! Tuan Cade, mengapa anda bertindak kasar padaku, apa karena aku menolak pertunangan kita?" teriak Shelina cukup keras, ia langsung menjatuhkan air wine yang sedang ia pegang ke gaunnya.
Lucas yang melihat perubahan sikap Shelina hanya melihat wanita itu dengan tatapan bingung. "Tuan, memang sebelumnya aku menolak pertunangan, maka dari itu kamu membuat pengumuman jika menyukai Valerie, tapi tuan, walau kini Valerie di penjara, anda tetap tidak bisa mengancamku!"
"Wanita ini bicara tidak masuk akal!" tangan Lucas sudah melayang hendak menampar Shelina namun dengan cepat tangan itu ditahan oleh Maximillian.
Lucas membulatkan matanya, apalagi para tamu, mereka lupa jika Shelina kini adalah wanita milik Maximillian, memcari masalah namanya jika berurusan dengan Maximillian.
Max menatap Lucas dengan tatapan tajamnya, ia segera melepaskan jasnya dan memakaikannya pada Shelina, " Lucas Cade, jaga sikapmu pada wanita ku, jika kau masih mau hidup!" desis Max tajam.
Setelahnya Max menggandeng tangan Shelina pergi dari sana, sedangkan Lucas masih bergeming di tempatnya.
Menyisakan bisikan tentang Lucas Cade, Shelina berhasil membuat namanya kembali bersih, awalnya gosip kemarin selalu mengenai kemalangannya yang ditinggalkan oleh Lucas di hari pertunangannya, Lucas lebih memilih Valerie dan itu membuat dirinya malu.
Dan besok pagi Shelina akan melihat berita sebaliknya, dimana membatankahkan semua gosip buruk mengenai Shelina, Lucas lah yang menggantikan posisinya di berita itu, karena besok pagi juga, berita tentang status Shelina bersama Maximliian akan membuat namanya semakin besar, Shelina yakin sahamnya akan mengalami kenaikan berbanding terbalik dengan saham milik Lucas Cade.
To Be Continue