Hari ini Diani harus terburu karena jadwal meeting yang mendadak. Sebagai seorang yang bekerja di Wedding Organizer, tentunya ini bukan hal asing bagi Diani. Hanya saja, pagi itu suasana hati gadis berambut sebahu itu tak menentu. "Di, gimana sih? Kan semalem udah gue ingetin kalo pak Broto mau meeting jam 9 pagi." Belum lagi kaki Diani menyentuh lobby, suara Alaric sudah terdengar nyaring sampai-sampai membuat satpam ataupun recepsionist melirik ingin tahu. "Ric, please! Maaf aja gak cukup ya? Gue bener-bener lupa!" gerutu Diani mengikuti langkah besar-besar Alaric menuju ruang meeting. Kala itu juga Alaric menghentikan langkahnya, membuat Diani dan hidung manisnya bertabrakan dengan bahu kekar lelaki itu. Alaric lantas membalikkan badannya sehingga dia bisa melihat Diani yang mendesa

