SEPULUH

791 Kata

Diani tidak senang sama sekali. Malam itu dia sudah berada di bandara Soekarno Hatta. Mondar-mandir karena pesawat yang ditumpangi oleh Kaza mengalami delay selama setengah jam. Untung saja saat itu ada Alaric, kalau tidak mungkin Diani akan pulang dan tak jadi menjemput Kaza. "Di, please deh! Bisa gak duduk tenang aja?" Alaric yang sejak tadi memperhatikan Diani akhirnya bicara juga. Diani menolehkan wajahnya menatap Alaric. "Ini cara gue biar gak ngomel-ngomel kesel sama lo. Gak mau kan,  kalau jadi sasaran kekesalan gue?" Diani cemberut lalu melanjutkan kegiatannya yang sempat terhenti -mondar-mandir. Alaric terkekeh, "Ya ampun, segitu keselnya ya lo sama Kaza? Hati-hati, nanti malah suka loh sama Kaza," goda Alaric yang bikin Diani menatap murka kearahnya. "Gak bakalan! Inget itu,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN