Kaza menatap gadis di depannya yang sejak tadi menekuk wajah. Dia tak mengerti, kenapa gadis itu selalu kesal terhadap semua hal yang berhubungan dengannya. Pria itu mau tak mau berpikir, apa selama ini dia telah menyusahkan gadis itu? Ingatannya kembali mencuat, saat dia pertama kali memijakkan kaki di Jakarta. Saat itu, Diani terlihat tidak suka dengan kedatangannya. Pun begitu sekarang, saat Kaza akan menetap di Jakarta selama dua tahun dan Diani terpaksa menjemput lelaki itu senja ini. "Sebelumnya gue mau minta maaf sama lo, Di. Kalau lo merasa gue merepotkan." Akhirnya kata-kata itu meluncur mulus dari mulut Kaza. Diani mendengus pelan lalu menatap Kaza kesal, karena dia merasa seharusnya pembicaraan ini tak perlu terjadi. "Bukannya gue udah bilang, nggak apa-apa? Gak ada yang mer

