TIGA BELAS

655 Kata

Alaric datang kerumah gue, tanpa pemberitahuan sebelumnya. Ayah sama Kaza asik ngomongin masalah kontraktor, kebetulan Ayah dan om Fadillah dulu juga bekerja di kontraktor.  Sementara gue dan Alaric? Saling berpandangan dan bingung mau ngomong apa. "Loh, Di. Kok Alaric di diemin aja sih?" Bunda saat itu datang menaruh nampan yang berisikan cemilan dan gelas-gelas yang sudah diisi oleh minuman rasa jeruk. Alaric hanya tersenyum, "Baru pulang, Tan. Masih capek." Alaric berusaha terlihat asik di depan Bunda. Mungkin Bunda gak sadar, tapi perilaku dia saat ini kaku banget dan terlalu dibuat-buat. Gue akhirnya menarik tangan Alaric, gue gak tahan diem-dieman kayak gini terus sama dia.  Kaza sempet melirik gue dan Alaric saat dia sedang duduk sama Ayah Bunda. Mungkin sedang membicarakan re

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN