DUA PULUH TUJUH

922 Kata

"Gue suka sama lo, Di," ucap Alaric pelan dengan senyuman terhangat yang pernah Diani lihat. Diani tak mampu berkata-kata saat itu juga, padahal sebelumnya dia sangat semangat untuk mengetahui apa yang terjadi terhadap Alaric. Tidak tahu apa yang harus diucapkannya saat ini, Diani hanya tersenyum kaku lalu memeluk Alaric dengan singkat. "Eh iya, kita bikin roti bakar marshmallow yuk! Bunda tadi baru beli Marsh –" "Di, gue serius." Alaric memenggal kalimat Diani dengan cepat, membuat gadis itu kembali terhenyak. "Ya, gue juga suka sama lo, Ric. Kan kita udah sahabatan lama." Alaric memutar bola matanya dengan malas, "Bukan rasa suka yang kayak gitu Di, ini perasaan yang lebih dari sahabat." Diani tau apa maksud Alaric, bahkan sebelum Pria itu mencoba menjelaskan. Diani hanya butuh wak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN