DUA PULUH DELAPAN

1775 Kata

Diani risau. Hubungannya dengan Alaric semakin tidak jelas. Ide-nya untuk menjauhi sahabatnya itu adalah kesalahan, dan Diani menyesal akan hal itu. Dia pikir dengan menjauhi Alaric, dia akan yakin terhadap perasaan di hatinya. Salahnya juga, karena tak kunjung berani mengambil keputusan. Dia lebih takut kehilangan pria itu dibanding memilikinya. Menghela napas, akhirnya Diani tertarik untuk membuka galeri fotonya. Begitulah yang dilakukannya belakangan ini kalau dia tidak bertemu dengan Alaric. Diani kemudian melihat foto sahabatnya itu, yang bergaya dengan muka jelek sambil menjawil telinga Diani. Foto tersebut adalah foto saat mereka masih duduk di SMA, pergi ke Dunia Fantasi seminggu sebelum Ujian Nasional. Keduanya memakai bando dengan telinga jerapah. Diani tersenyum sendiri melih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN