DUA PULUH SEMBILAN

1487 Kata

Alaric manusia paling ngeselin hari ini! Setengah jam lagi akad nikah bakalan berlangsung, tapi entah kenapa upil naga itu belum nampakkin batang hidungnya sejak tadi. Uh! kebayang kan betapa keselnya gue saat ini? "Santai aja, Di. Dikit lagi juga dia bakalan nyampe kok." Darin berusaha menenangkan gue yang justru memberikan efek sebaliknya. Gue semakin tidak tenang. Gue menatap kedua orangtua Alaric yang sudah dandan, serta adik perempuannya yang baru aja datang dari Pekanbaru subuh tadi. Bisa-bisanya si Alaric nyuruh mereka berangkat duluan, pake taksi, sementara dia entah berada dimana. Gue semakin sibuk dengan ponsel gue. Kembali menelpon nomor yang sudah gue hapal dari dulu. Decakan kesal tak terelakkan lagi. Gue semakin kesal karena ponsel Alaric mati dan masih tidak bisa dihubun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN