Rencana yang Tertunda

219 Kata

“Sialan!” Febi memaki. Wajahnya tampak menahan geram karena tidak berhasil mengambil hati Vinson. Padahal, ia sudah berharap sekali kepada Vinson agar bisa menerimanya. Nyatanya, hati laki-laki itu tetap terpaut pada Clary. Pernyataan Vinson seakan menguak rasa kecewa yang selama ini ia alami. Bagaimana tidak, sejak awal perkenalannya dengan Vinson, laki-laki itu selalu menunjukkan rasa cintanya pada Clary. Padahal, ia sudah melakukan berbagai cara untuk mengambil hati dokter muda itu. “Lo lihat saja nanti! Gue nggak akan biarin lo dekatin perempuan itu. Lo udah jadi milik gue, Vin. Dulu, sekarang dan nanti. Nggak akan ada yang bisa gantikan posisi itu,” dengan sorot mata geram, Febi menggerutu seorang diri. “Gue udah berusaha dekatin nyokap lo dan lo dengan seenak hati kasi perintah gu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN