“Lo lihat siapa?” tanya Clary dari pembaringannya. “Ng … nggak! Tadi gue melihat seseorang. Tapi, pas dilihat keluar lagi udah nggak ada.” “Orang? Siapa, Fat?” Nur Fatma mengangkat bahu, “Lo mau makan buah?” katanya sambil membuka kulkas. “Boleh,” jawab Clary, “hidup gue kok jadi penuh dengan misteri, ya?” Clary menyadari semua hal yang selalu muncul dalam hidupnya. “Ah! Perasaan lo aja,” Nur Fatma berusaha menepis perasaan buruk Clary. “Gue nggak tahu harus gimana lagi, Fat. Gue Cuma pengen hidup bahagia. Udah. It aja.” gerutu Clary, nadanya sedikit memaki kehidupannya sendiri yang selalu dilingkupi peristiwa yang tak diinginkan. “Udah … lo jangan kebanyakan mikir. Ntar jadi beban lo sendiri,” Nur Fatma menyodorkan buah apel yang baru habis dikupas pada Clary, “nah, makan! Biar kua

