Menguak Fakta Kedua

1793 Kata

Dalam ruang kerja Vinson yang tampak bersih dan rapi, masih duduk dua orang laki-laki yang sejak tadi bergulat dengan pemikiran dan pembicaraan mereka masing-masing. Keduanya tak lepas membicarakan nama Clary. Ada-ada saja tentang perempuan itu yang menjadi pembicaraan mereka. “Gue harap lo nggak akan pernah ninggalin Clary, Vin!” Wildan terus men-support Vinson. “Gue nggak tahu seberapa hancurnya perasaan Clary saat tahu tentang semua ini,” Vinson menyela, “dia pasti tak akan pernah memaafkan kita,” lanjut Vinson sambil menelan salivanya. “Gue tahu lo orang baik. Makanya Tuhan juga titipkan Clary sama lo. Setelah Clary sembuh, gue akan bicarakan soal ini sama dia.” “Gue sadar semua kebaikan gue ke Clary tulus. Tapi tidak dengan nyokap gue. Nyokap udah terpengaruh dengan perempuan b***

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN