Ketika keluar dari ruang rawat inap Clary, Vinson membawa serta kotak cincin pemberian Bara. bukan karena Clary tak menginginkan cincin itu. Tetapi, Vinson ingin mengembalikan cincin itu kepada pemiliknya. Vinson tak ingin, kehadiran cincin itu menggangu suasana hati Clary yang sedang dirawat. “Cincin ini, gue bawa ya!” Vinson mohon izin pada Clary. Dari pembaringannya, Clary mengangguk pelan. Pandangannya berpusat pada wajah Nyonya Silvi yang sejak kedatanganya tadi tak banyak bicara. Ia terus menatap layar ponsel sambil sesekali bicara pada Nur Fatma. Melihat pandangan Clary pada ibunya, Vinson berusaha menengahkan. “Mama jadi pulang hari ini?” tanya Vinson pada ibunya. “Oh, iya …” Nyonya Silvi melangkah mendekati Clary, “benar. Mama pulang hari ini ya!” katanya pada sambil memandang

