Dean tercengang ketika Bara membubuhkan tandatangan di atas materai sebagai kesepakatan yang disetujui untuk mengambil alih pabrik kosmetik miliknya. Bukan tanggung-tanggung. Bara mengambil penuh posisi pabrik tersebut. Meski tak lagi memiliki pabrik kosmetik yang baru saja ia bangun setidaknya Dean bisa lega, karena telah ada investor yang menyelamatkan perusahaannya itu. "Bar, makasih, ya! Gue senang banget." Dean menjabat erat tangan Bara. "Sama-sama Dean." Bara menepuk pelan pundak saudara sepupu Clary itu. "Gue ngggak tahu apa jadinya perusahaan gue ini kalau nggak diselamatin." "Ya pasti redup lah, Dean." Dean mengangguk. Matanya melihat sekeliling. Ia bakalan merasa rindu dengan segala hal dan momen di tempat ini. Dean tak lagi memiliki penuh perusahaan kosmetik tersebut. Namun

