Mario memandangi wajah Bella yang baru tertidur. Ia sedikit merasa lega karena setidaknya saat tidur gadis itu bisa melupakan sedikit rasa sakitnya dan rasa bersalahnya pada dirinya sendiri. Dibelainya rambut panjang Bella sembari bergumam. "Maafkan aku Bella, hanya ini yang bisa aku lakukan untukmu." Drt drt...Telephone genggam Mario bergetar, ada pesan dari bu Annita terlihat di layar telephone genggamnya. 'Mama di cafe depan rumah sakit, bisakah kau temui mama sebentar?' Mario terdiam sesaat, kembali dipandanginya wajah Bella yang sedang tidur dengan tenang. 'Baiklah' Mario membalas pesan dari mamanya. Di rapikannya selimut yang menutupi tubuh Bella, kemudian ia meninggalkan ruang inap Bella menuju cafe depan rumah sakit. 'Masuklah, Mario sedang menuju kesini', sebuah pesan mas

