CHAPTER 3

877 Kata
"Aku pikir kalian hombreng...." ucap Bella kaget mendengar penjelasan Renno "Enak aja!! Aku masih normal tau...."jawab Renno kesal Bella tertawa puas mendengar penjelasan Renno. *** Renno dan Bella memang bukan teman akrab. Mereka sekedar saling mengenal karena bersekolah di sekolah yang sama. Karena tidak kesengajaanlah yang membuat mereka saling mengeanl. Saat ada acara MOS ( Masa Orientasi Siswa ), tanpa sengaja mereka bertemu. Bella yang sedang duduk istirahat di lapangan dengan Amanda tanpa sengaja melihat Renno yang berjalan bersama Gerald sambil merangkul pundaknya. "Be, lihat deh. Ada murid baru ganteng banget..." ucap Amanda terpesona melihat pesona Renno dan Gerald. " Iya... kok ganteng ganteng ya....lumayanlah buat refresh mata dari pada di omelin mulu sama kakak kelas" jawab Bella sembari tersenyum menikmati pemandangan didepannya yang begitu menawan . "Tapi ya Be anehnya, aku gak pernah lihat mereka berdua bareng cewe tau..." Bella seketika itu langsung menoleh kearah Amanda, terkejut dengan pernyataannya. "Masa sih Man? Cowo cowo ganteng kaya mereka gak suka cewe? Serem amat ya..." Dan Amanda cuma tersenyum sambil mengangguk. "Emang kamu kenal mereka Man" tanya Bella penasaran "Siapa juga yang ga kenal mereka sih Be....itu si Gerald, dan yang tinggi itu Renno. Mereka kan langsung jadi populer begitu masuk sekolah kita..." jawab Amanda Bella hanya terdiam, sedikit ada kekecewaan dihati. Menyesalkan sesuatu yang telah didengarnya tadi. Dan tanpa di sengaja saat pulang sekolah pun, saat naik bis umum, Bella dan Amanda bertemu lagi dengan Renno dan Gerald. "Boleh duduk disini?" sapa Renno sopan. "Silakan" jawab Bella Mereka berempat pun duduk di jok belakang bis bersama. "Kalian berdua akrab sekali...kemana mana berdua" ucap Bella basa basi "Kami bersahabat sejak masih TK." jawab Gerald "Dua cowok ganteng bersahabat sejak kecil, apakah setelah tumbuh dewasa saling mencintai?" ucap Amanda sambil tertawa.... Renno tersenyum mendengar ledekan kecil Amanda. "Aku pikir kalian juga sama" jawab Renno membalas "Kami juga bersahabat sejak SD. .."jawab Amanda "Hati hati lho...witing tresno jalaran saka kulino...sapa tau kalian jatuh cinta . . " Balas Renno sambil tertawa lalu menepuk pundak Gerald "Iya tuh...kan sekarang lagi ngtrend lesbon" timpal Gerald "Aduh....dasar hombreng" balas Bella mengatai Renno dan Gerald. Dan mereka pun tertawa bersama. Begitu lah, setiap kali mereka berempat tanpa sengaja berpapasan, mereka saling melempar ejekkan sembari tertawa. Hanya sekedar bercanda, tak ada perasaan, tak ada keseriusan dalam ucapan. *** "Berarti Gerald sudah lama naksir Sydney dan Sydney malah naksir kamu gitu Ren?" Renno hanya mengangguk menjawab pertanyaan Bella. "Kita pura pura pacaran biar Sydney gak ngejar ngejar kamu terus dia jadian sama Gerald?" lagi lagi Renno mengangguk. Bella menghela nafas sebentar, kemudian meneguk jus kapucinno yang ada di depannya. "Kamu aneh ,Ren. Sydney begitu sempurna kaya gitu eh kamu tolak hanya karena sahabat kamu naksir dia. Gak sayang tuh barang bagus di buang?" ucap Bella "Gerald sudah seperti saudaraku, Be. Aku tidak ingin kehilangan sahabat sebaik Gerald hanya karena memperebutkan seorang wanita" jelas Renno "Terus kamu mau memanfaatkan aku? Ya aku gak sebanding lah sama Sydney!!! Dia cantki, body nya sexy, banyak yang mengidolakan, jauh banget sama aku....Lagian aku lihat kamu sama Sydney serasi kok" ucap Bella panjang lebar Renno membuang nafas kasar. Pandangannya berkeliling, seoalh malas mendengar alasan Bella. "Kamu gak akan nyesel pura pura jadi pacarku, Be..." ucap Renno dengan percaya diri Seketika Bella membulatkan matanya melihat ke arah Renno. Renno hanya tersenyum. "PD amat situ bang..." ucap Bella "Ya harus dong. Sekarang gini, aku ganteng, banyak cewe ngantri jadi pacar aku, kamu beruntung loh langsung ketrima" ucap Renno... "Hah...situ sehat bro? Sepertinya perlu saya bawa ke psekiater?" Bella tersenyum kecut "Yang kedua, aku bisa bantu kamu belajar, biar nilai kamu meningkat. Aku lihat kemarin kamu remidi fisika sampai dua kali" ucap Renno lagi. Wajah Bella seketika merah padam. Antara perasaan marah bercampu malu. "Kamu nguntit aku????" "Aku gak sengaja lihat daftar kamu di lab Fisika" jawab Renno sambil meneguk Es teh nya. "Aku gak bersedia" jawab Bella ketus "Aku belum selesai Be....yang ketiga dan ini yang terpenting. Aku gak akan mempermasalahkan kecelakaan kita waktu itu. Baik polisi maupun orang tua kita tidak ada yang akan tau. Gimana?" Renno tersenyum licik. Sepertinya Bella tidak bisa menghindar lagi dari negosiasi yang di ajukan Renno. Kartunya berada di tangan Renno.  Kalau dipikir lagi, bukankah Bella juga di untungkan dalam hal ini.  Selain tampan, Renno juga cerdas dalam bidang akademik. Dia aktif dalam organisasi sekolah maupun ektrakurikuler.  Ini bisa membantu dia dalam mendongkrak nilainya. 'Okelah...hanya pura pura kan? terima saja...lagian tidak ada ruginya untukku' ucap Bella dalam hati Renno mengantar Bella pulang kerumah. "Berhenti disini saja Ren." ucap Bella sambil menunjuk sebuah rumah dengan gerbang warna hitam yang menjulang tinggi. "Ini rumah kamu, Be?"tanya Renno. Bella mengangguk sembari melepas helm kemudian memberikannya kepada Renno. "Apa aku perlu masuk sebentar untuk memberi salam?" ledek Renno Bella mengeraskan rahangnya sembari melototi Renno "Kita cuma pura pura pacaran Renno....Bukannya mau serius menikah" ucap Bella ketus Renno tertawa mendengar jawaban Bella, ia puas meledak gadis judes itu. "Kamu pulang aja sana deh!!!" Bella menaikan nada ucapannya satu oktaf sembari berlalu meninggalkan Renno. "Besok aku jemput" teriak Renno yang hanya di balas lambaian tangan oleh Bella tanpa menoleh Renno tersenyum memandang Bella. Gadis itu memang tidak cantik, biasa saja, jelek pun tidak, tidak ada yang spesial. Hanya saja saat Renno meledeknya, ekspresi Bella saat marah sangat menghibur Renno. "Cute" gumam Renno ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN