Bella hafal betul tempatnya kini berada. Penthouse milik Renno, yang dulu sering ia kunjungi saat si empunya menghilang dulu. Saksi bisu percintaan panasnya dulu saat terakhir sebelum pria yang sangat dicintainya itu pergi. Haruskah ia merasa bahagia di tempat yang sama besama dengan pria yang sampai detik ini pun sangat ia cintai. Atau harus merasa menyesal karena telah berkhianat, bersama dengan seorang pria hanya berdua. Bagaimanapun dua hari lagi ia akan bertunangan dengan kakak si pemilik penthouse. Berkali kali Bella mencoba menarik nafas dalam, tubuhnya bergetar, terlebih saat mendengar kata yang di ucapkan Renno dengan tatapan nya yang sendu memohon. "Bercintalah denganku." Kedua manik mata yang membuatnya tergila gial, frustasi dan hampir gila karena sekian lama tak meliha

