Suasana makan malam di penuhi dengan perbincangan ringan di ruang makan keluarga Wijaya. Banyak hal yang mereka bahas, terlebih rencana pertunangan Mario dan Bella yang semakin dekat. Namun keceriaan keluarga tak berdampak apapun pada suasana hati Renno yang memang diam sedari tadi dan menatap dingin pada Bella yang duduk berdampingan dengan kakaknya. Berkali kali ia menghela nafas dan membuang muka tiap kali Bella dan kakaknya itu saling melempar tawa dan bertatap muka, membuat nya merasakan nyeri dan sesak di dadanya. Dan tawa mereka pun terhenti seketika tak kala Renno tiba tiba menghentakkan sendok dan garpu nya dengan agak keras di atas meja. Pandangan mata terpusat pada Renno, memang ia mencoba mencari perhatian. "Aku akan kembali ke Amerika." dengan santai Renno kembali menyu

