Dirana memandangi ke sekelilingnya. Saking khawatirnya ia pun tidak menyadari bahwa yang ia injakkan kakinya bukanlah lantai rumah sakit. Melainkan sebuah rumah besar tanpa penghuni. Apa ia sedang berhalusinasi? Tangisannya mulai reda. Matanya menyipit memandangi rumah di depannya. Di mana yang lain? Apa ia sedang bermimpi pergi ke tempat lain? Dirana menggelengkan kepalanya mengusir rasa aneh yang membayangi isi kepalanya. Ia tidak ingat apa pun. Setelah mendapatkan kabar kalau suaminya mengalami kecelakaan, Dirana tidak sadarkan diri. Kepala dan matanya terasa berat. Tidak bisa ia buka sedikit pun. Ketika ia terbangun, ia ada di dalam mobil yang ia kenali sebagai mobil Kasa. Tampar Dirana sekarang juga! Dirana keluar dari mobil dengan langkah berat sekaligus bingung. Apa mungkin

